Fenomena Ghawzul Fikri

Saya yakin sangat banyak yang tidak sadar bahwa kita dalam masa berperang. Nyatanya perang ini lebih hebat dari perang fisik,-perang pemikiran (Ghazwul Fikri). Walau tidak menimbulkan kematian, namun dapat mengeruk sebuah idealisme ataupun pedoman. Katakan saja masalah adat istadat dan agama yang berubah sejak perang ini dimulai.

Pengertian Ghazwul Fikri (Perang Pemikiran)

Secara bahasa, ghazwul artinya serangan, serbuan atau invansi. Sedangkan Fikri adalah pemikiran. Jadi ghazwul fikri dapat diartikan sebagai serangan untuk mengubah pemikiran sehingga tidak sesuai lagi dengan pedoman awal yang dipegangnya.

Coba bandingkan kelebihan Perang Pemikiran dibandingkan perang fisik.

1. Biaya

Perang fisik memerlukan peralatan persenjataan, jika perlu dengan alat yang tercanggih. Tentunya biaya yang digunakan sangat mahal. Bandingkan dengan perang pemikiran yang hanya menggunakan media.

2. Jangkauan

Perang fisik hanya memerangi sebuah daerah saja, walaupun berperang adalah sebuah negara, namun pusat penyerangannya hanya di beberapa daerah saja. Bandingkan dengan perang pemikiran yang sampai pada setiap rumah di bumi ini selama ia masih tersentuh dengan media massa. Maka dapat dipastikan ia sedang diperangi.

3. Ruang Lingkup

Perang fisik hanya untuk meruntuhkan sebuah pertahanan saja, namun perang pemikiran akan terus mendobarak hingga sendi-sendi kehidupan. Pada bidang pendidikan, sosial, budaya, ekonomi, dan lain-lain.

4. Waktu

Perang fisik pastinya akan berakhir pada suatu waktu. Namun perang pemikiran akan terus berlangsung selama kita hidup.

5. Dampak

Dampak dari perang fisik adalah perlawanan, ada yang kalah ada yang menang. Sedangkan Perang pemikiran akan mengubah pemikiran seseorang sehingga mengikuti pemikiran si pengatur. Pada awalnya ia menganggap hal tersebut buruk, kemudian bisa menjadi baik.