My long life story..

Bahkan sampai hari ini pun aku masih terus belajar.

Foto Wisuda S1 Bersama Mamah & Kaka

Setiap aktifitasku selalu menyisakan pertanyaan yang aku sendiri belum mampu menjawabnya. Potensi yang aku kerahkan untuk mimpi yang selama ini aku khayalkan disetiap malam atau bahkan saat aku sedang merenung setelah sholat. Aku sadar bahkan sangat sadar bahwa diriku bukanlah makhluk yang sempurna. Secara naluriah, hati kecil ini selalu berbisik..”hey..hey untuk apa kamu katakan kalau kamu belum melakukan” — “perbaiki saja dirimu dulu, nanti kalau sudah waktunya baru kamu berbagi dengan orang lain”

Bisikan yang selalu mengganggu gerak langkah hidupku. Bisikan yang membuat aku mempertimbangkan setiap apa yang akan aku lakukan. Bisikan ini sebenarnya tidak terlalu aku percayai. Bisikan ini menurutku memang perlu dipertahankan pada titik tertentu dan perlu juga dibatasi pada titik tertentu. Bisikan ini menurutku adalah bagian dari perasaan. Dan perasaan adalah penghuni rumah hati aku.

Secara sadar aku mencoba untuk mengenali sisi lain dari pribadi yang pernah terlahir kedunia dengan hanya berselimutkan darah. Pribadi yang saat ini sangat berharap lahirnya sebuah peradaban yang menentramkan.

Kemudian saat ini aku harus segera menentukan jalan hidup yang akan aku tempuh. Jalan yang dengan perenungan panjang, kedalaman samudra analisa dan pencaharian jati diri yang selama ini entah terbang kemana.

Namun semua adalah pilihan. Hidupku pilihan dan matiku pun adalah sebuah keniscayaan untuk tidak menjadi orang kerdil yang hanya berfikir. Dan memberikan manfaat sampai akhir.