Promosi Produk Barang/jasa

  1. Pengertian Promosi

Promosi adalah upaya untuk memberitahukan atau menawarkan produk atau jasa pada dengan tujuan menarik calon konsumen untuk membeli atau mengkonsumsinya. Selain itu, ada juga yang disebut kerangka AIDA yang berhubungan dengan tugas-tugas promosi periklanan :

A (Attention)            : Mendapatkan Perhatian

I (Interest)                 : Mempertahankan Minat

D (Desire)                 : Menimbulkan Keinginan

A (Action)                : Melakukan Tindakan

Pengertian promosi menurut para ahli:

  1. Harper Boyd

Menurut Boyd, definisi promosi adalah upaya membujuk orang untuk menerima produk, konsep dan gagasan..

Bagi para pengusaha, merek bermanfaat sebagai alat penunjang  promosi. Adapun Sifat-sifat  yang harus dipenuhi dalam pemberian  merek dagang :

  • Unik
  • mudah diingat
  • belum digunakan oleh produk lain
  1. Fungsi Promosi
  2. Fungsi Pengenalan

Tujuan promosi adalah agar produk yang akan dijual diketahui oleh masyarakat. Biasanya produk yang dipromosikan hanya memuat informasi-informasi dasar. Misalnya rincian informasi produk yaitu seperti apa produk atau jasa tersebut, informasi merek produk, harga produk, dan keunggulan produk dibandingkan yang lain.

  1. Fungsi Penawaran

Konsumen bukan hanya diajak untuk mengetahui informasi mengenai produk atau jasa yang Anda tawarkan, tapi juga menawarkan kepada konsumen agar membuat keputusan untuk membeli. Misalnya bagi 100 pembeli pertama akan mendapatkan diskon 10% dan gratis souvenir berupa dompet atau aksesoris.

  1. Fungsi Penjagaan Konsumen

Fungsi ini lebih menekankan pada kuantitas transaksi dan bukan kuantitas jumlah konsumen. Kegiatan utamanya adalah memberikan pelayanan agar konsumen setia pada produk. Contoh promosi ini adalah promosi member only di bisnis-bisnis tertentu.

  1. Fungsi Perbaikan

Tujuan promosi ini adalah untuk memperbaiki kesalahan yang pernah Anda dan tim Anda buat. Bisa dikatakan juga sebagai permintaan maaf Anda terhadap konsumen Anda. Pada promosi ini, Anda harus jujur pada konsumen tentang kesalahan yang terjadi pada produk atau jasa Anda dan berjanji akan memberikan solusinya. Misalnya saat menjual buku mengenai “Cara Berternak Ikan Mas”, Anda berjanji akan memberikan CD tutorialnya. Namun ternyata Anda lupa menyisipkan CD tersebut. Sebagai permintaan maaf, Anda akan memberikan CD tutorial tersebut ditambah souvenir kepada konsumen Anda.

  1. Segmentasi dan Pembagian Kelompok Pasar / Konsumen

Menurut ahli Pride & Ferrel pengertian segmentasi pasar merupakan suatu proses membagi pasar ke dalam segmen-segmen pelanggan potensial dengan kesamaan karakteristik yang menunjukkan adanya kesamaan perilaku pembeli.

Swastha & Handoko (1997) mengartikan segmentasi pasar juga sebagai aktivitas membagi–bagi pasar / market yang miliki sifat heterogen kedalam satu-satuan pasar yang bersifat homogen. Salah satu teori yang berkaitan segmentasi pasar adalah dengan melaksanakan teori STP yaitu : Segmenting, Trageting, Positoning.

Menurut Kotler, Bowen, dan Makens (2002, p.254), pasar terdiri atas pembeli dan pembeli berbeda-beda dalam berbagai hal yang biasa membeli dalam keinginan, sumberdaya, lokasi, sikap membeli, dan kebiasaan membeli.

Ada beberapa syarat dalam penentuan segmentasi pasar yang efektif, yaitu :

  • Dapat diukur (Measurable). Ukuran, daya beli, dan profil pasar harus dapat diukur dengan tingkat tertentu.
  • Dapat dijangkau (Accessible). Segmen pasar dapat dijangkau dan dilayani secara efektif.
  • Cukup besar (Substantial). Segmentasi pasar cukup besar atau cukup member laba yang dapat dilayani. Suatu segmen merupakan kelompok homogeny yang cukup bernilai untuk dilayani oleh program pemasaran yang sesuai.
  • Dapat dibedakan (Differenable). Differentiable berarti segmen tersebut dapat dibedakan dengan jelas.
  • Dapat dilaksanakan (Actionable). Actionable berarti segmen tersebut dapat dijangkau atau dilayani dengan sumber daya yang dimiliki perusahaan.

Manfaat yang lain dengan dilakukannya segmentasi pasar, diantaranya :

  • Perusahaan akan dapat , mendeteksi secara dini dan tepat mengenai kecenderungan dalam pasar yang senantiasa berubah.
  • Dapat mendesign produk yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar.
  • Dapat menentukan kampanye dan periklanan yang paling efektif.
  • Dapat mengarahkan dana promosi yang tersedia melalui media yang tepat bagi segmen yang diperkirakan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
  • Dapat digunakan untuk mengukur usaha promosi sesuai dengan masa atau periode – periode lainnya.

Dalam mengidentifikasi segmen pasar, ada tiga tahap prosedur yang harus dilakukan, yakni :

  1. Tahap Survey

Pada Tahap ini dilakukan wawancara kepada target segmen pasar untuk mendapatkan pemahaman terhadap sikap, motivasi, dan perilaku konsumen.

  1. Tahap Analisis

Di tahap ini, data yang mengandung variable – variable berkorelasi tinggi dibuang. Kemudian dilakukan analisis kelompok untuk menghasilkan jumlah maksimum segmen yang berbeda

  1. Tahap Pembentukan

Di tahap ini dibentuklah kelompok berdasarkan perbedaan sikap, perilaku, demografis, psikologis, psikografis, dan pola media. Dari sifat dominan yang ditemukan pada kelompok tersebut, diberikanlah nama profil pada kelompok segmen itu.

Dalam pelaksanannya ada beberapa jenis-jenis segmentasi pasar yang biasa wirausaha buat sesuai dengan produk yang telah ada, diantaranya :

  • Segmentasi Pasar Berdasarkan Geografi
  • Segmentasi Pasar Berdasarkan Demografi
  • Segmentasi Pasar Berdasarkan Psikografi
  • Segmentasi Pasar Berdasarkan Sociocultural
  • Pasar Berdasarkan Hubungan Secara Ekstrim
  • Segmentasi Berdasarkan Situasi Penggunaan
  • Segmentasi Berdasarkan Benefit
  • Segmentasi Hybrid
  • Segmentasi Pasar Berdasar Tingkah Laku

Contoh Segmentasi Pasar

  • Di segmentasi geografisnya, Aqua menujukan semua pasar yang ada diwilayah Indonesia. Tidak hanya diperkotaan, tetapi kita juga bias menemukan produk Aqua dipinggirakan kota, bahkan perdesaan.
  • Secara demografis, Aqua menargetkan orang-orang disemua kalangan dan jenis kelamin. Produk Aqua diproduksi untuk semua kalangan dan untuk dikonsumsi siapa saja
  • Secara psikografis, Aqua ditujukan untuk kalangan kelas social menengah. Tapi bias juga untuk kelas kalangan bawah mengingat ada harga kemasan yang bias dijangku kelas kalangan bawah dengan harga pasar Rp500,- dan Rp3000,- Selain itu Aqua diperuntukan bagi orang- orang dengan gaya hidup praktis dan sehat dengan kemasan yang mudah didapat dan dibawa, sehingga Aqua cocok bagi orang aktif dengan mobilitas yang tinggi.
  1. Jenis dan Bentuk Promosi
  2. Periklanan (Advertising)

Bentuk promosi non personal dengan menggunakan berbagai media yang ditujukan untuk merangsang pembelian. Menurut Kotler (2002:658), periklanan didefinisikan sebagai bentuk penyajian dan promosi ide, barang atau jasa secara nonpersonal oleh suatu sponsor tertentu yang memerlukan pembayaran.

  1. Penjualan Tatap Muka (Personal Selling)

Bentuk promosi secara personal dengan presentasi lisan dalam suatu percakapan dengan calon pembeli yang ditujukan untuk merangsang pembelian. Penjualan tatap muka adalah kegiatan mempromosikan suatu produk dengan cara mendatangi ke tempat konsumen berada, oleh seorang wiraniaga/salesperson. Dengan adanya kontak langsung antara wiraniaga dan konsumen, maka terjadilah komunikasi dua arah.

  1. Promosi Penjualan (Sales promotion), yaitu suatu bentuk promosi diluar ketiga bentuk diatas yang ditujukan untuk merangsang pembelian. Sales Promotion (promosi penjualan) merupakan suatu tindakan persuasif secara langsung yang menawarkan insentif atau nilai lebih untuk suatu produk pada sales force, distributor atau konsumen dengan tujuan utama untuk menciptakan penjualan yang segera. Pada intinya kegiatan promosi bermanfaat, untuk membujuk calon pembeli agar membeli produk atau jasa yang kita tawarkan. Promosi penjualan menggambarkan insentif-insentif dan hadiah-hadiah untuk membuat para pelanggan membeli barang-barang perusahaan seacara langsung. Maka kegiatan promosi penjualan menghasilkan respons-respons yang lebih cepat dan terukur dalam penjualan daripada yang dapat dilakukan oleh iklan.
  2. Publisitas (Publisity) Bentuk promosi non personal mengenai, pelayanan atau kesatuan usaha tertentu dengan jalan mengulas informasi/berita tentangnya (pada umumnya bersifat ilmiah). Publisitas merupakan istilah yang popular bukan saja dalam dunia PR tapi dalam dunia sehari-sahari. dalam pandangan Judith Rich (dalam Lesly, 1992:257), tak ada batasan untuk ruang kreatif kegiatan publisitas itu, selain batasan-batasan etika. Namun kreatifitas yang menghasilkan karya yang bagitu kreatif dan menyenangkan namun tak memberikan apa-apa bagi apa yang dipublikasikan. Artinya, kreatifitas disini adalah kreatifitas untuk mewujudkan atau mencapai tujuan organisasi. Publisitas adalah penempatan berupaartikel, tulisan, foto, atau tayangan visual yang sarat nilai berita baik karena luar biasa, penting, atau mengandung unsur-unsur emosional, kemanusiaan, dan humor) secara gratis dan bertujuan untuk memusatkan perhatian terhadap suatu tempat, orang, orang, atau suatu institusi yang biasanya dilakukan melalui penerbitan umum.
  3. Macam – Macam Strategi dan Media Promosi

Keuntungan promosi secara umum adalah mempengaruhi peningkatan penjualan. sedangkan keuntungan secara khusus adalah alat informasi memperkenal kan produk perusahaan , lebih jelas:

  • Dapat meningkatkan omzet
  • Memperpendek piutang yang diberikan perusahaan
  • Mengingatkan pada pembeli
  • Membentuk product motives dan  patronage motives
  • Meningkatkan  barang menjadi terkenal
  • Meningkatkan  laba perusahaan
  • Perputaran  modal menjadi lebih cepat.

Perusahaan dalam melakukan promosi harus memperhatikan siapa yang akan terkena dari akibat promosi tersebut, dapat disimpulkan bahwa sasaran dari promosi adalah sebagai berikut ini.

  • Para agen dan juga distributor yang bersedia menjualkan produknya
  • Pemerintah yang memerlukan produk dari perusahaan tersebut
  • Mereka yang memiliki kekuasaan dan bisa memerintahkan untuk membelinya
  • Seluruh masyarakat konsumen agar mereka mau membeli produk
  • Para pembeli/pelanggan dari perusahaan tersebut
  • Para pemakai produk tersebut pada waktu sekarang
  • Masyarakat yang mempunyai daya beli.

Adapun media promosi yang digunakan dalam melakukan promosi

  • Instagram
  • Facebook
  • Youtube
  • Whatsapp, Line, Path, dan media lainnya.

Kelebihan media sosial sebagai sarana promosi

  • Mengurangi biaya iklan / promosi karna menggunakan jaringan jejaring sosial milik wirausaha.
  • Mengefektifkan konsumen karna kita bisa menentukan konsumen yang akan kita raih.
  • Dapat di publish kapan saja kalau ada produk baru dan promo harga atau yang lainnya.
  • Lebih dekat dan akrab dengan konsumen kita.
  • Bisa langsung diakses oleh konsumen mengenai produk knowledgenya.
  • Harus melakukan inovasi dan kreatifitas tanpa henti.

Kekurangan media sosial dalam mempromosikan produknya

  • Keterbatasan jaring sosial wirausahanya.
  • Terkadang diagabung dengan akun pribadi sehingga terkesan tidak focus.
  • Kalau tidak di update mudah ditinggalkan konsumen.
  • Bisa di hacker jika ada yang tidak suka.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar promosi dapat berlangsung secara tepat dan akurat, serta tidak menimbulkan dampak yang merugikan, diantaranya:

  • Gaya bahasa/tata bahasa yang baik.
  • Tidak mengandung SARA dalam penyusunan tulisan dan gambar.
  • Tidak menyinggung suatu kelompok atau lembaga/pemerintah.
  • Menuliskan sumber tulisan dan gambar jika mempublish-nya.
  • Cara penyampaian promosi yang tepat dan baik.

Disini pembeli tidak hanya membutuhkan produknya saja tapi termasuk pelayanan yang memuaskan juga. Pelayanan terbaik itulah yng disebut Pelayanan Prima (Excellent Service). Melalui pelayanan prima perusahaan dapat menarik pelanggan baru dan peruahaan dapat mempertahankan pelanggan lama. Pelayanan prima dikembangkan berdasarkan konsep A3 yaitu Attitude, Attention, dan Action.

  1. Konsep Attitude (sikap),

Calon pelanggan ataupun juga pembeli selalu mengharapkan perilaku serta sikap yang menyenangkan dan juga baik dari pelayanan petugas yang ada ditoko atau perusahaan tempat anda mendirikan usaha sehingga kepuasan dari pembeli bisa dapat terpenuhi sesuai dengan harapan. Dan dengan pelayanan yang baik juga bisa terjadi kemungkinan pelanggan sebelumnya tersebut akan menceritakan pengalamannya kepada orang lain dan memberikan promosi gratis bagi perusahaan/usaha anda.

  1. Konsep Attention (perhatian)

Apabila sicalon pembeli ataupun pelanggan menunjukkan minatnya terhadap suatu barang dan juga jasa, maka dengan begitu dapat dilakukan konsep attention. Untuk bisa menimbulkan keinginan dari si calon pembeli, maka penjual bisa memberikan perhatian kepada calon pembeli dengan cara mengadakan komunikasi yang diberikan kepada pembeli produk atau jasa.

  1. Konsep Action (tindakan)

Dan bentuk-bentuk pelayanan berdasarkan kepada tindakan adalah sebagai berikut.

  • Mewujudkan kebutuhan pelanggan.
  • Menyatakan rasa terimakasih dengan harapan pelanggan akan kembali.
  • Pencatatan Pesanan Pelanggan.

Seorang wirausaha pun harus mengetahui tipe konsumen agar dalam melayani mampu memberikan kepuasan yang maksimal. Ada beberapa golongan atau tipe pembeli, yaitu sebagai berikut:

 

  1. The decided costumers
    Mereka ini telah mengetahui dan memutuskan apa yang akan dibeli dan penjual harus cepat melayani dan mengambilkan barangnya. Dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan dan memberi keterangan harus merupakan keterangan yang bersifat khusus tidak usah memberikan keterangan yang bersifat umum. Kalau langganan ini tidak terlalu tergesagesa, maka kemungkinan penjual juga bisa menjual barang-barang yang ada di tokonya.
  2. The know it all costumers
    Ini adalah tipe pembeli yang mengetahui segalanya, dialah yang bercerita kepada penjual. Walaupun apa yang diceritakannya itu tidak seluruhnya
    benar, tetapi penjual tidak usah membantahnya. Penjual dapat memberi keterangan-keterangan yang tepat secara bijaksana dengan menempuh
    cara yang tidak langsung dan ini bisa mempengaruhi sikap langganan
  3. The delibrate costumers
    Langganan ini menghendaki fakta-fakta yang kadang-kadang advis tentang konstruksi dan cara-cara penggunaan barang yang akan dibelinya.
    Langganan ini banyak mengambil waktu untuk mempertimbangkan setiap pembeliannya
  4. The undecided costumers
    Costumer ini tidak dapat memutuskan ukuran, warna dari barang yang akan Tugas penjual di sini ialah mencoba menentukan apa sebenarnya
    yang dibutuhkan langganan. Penjual harus berusaha mengarahkan attensi langganan dan membantu si langganan mengambil keputusan. Setelah
    penjual menunjukkan berbagai macam barang, harus pula dengan cepat menyingkirkan barang-barang yang tidak menarik perhatian langganan.
  5. The talkative costumers
    Langganan ini senang ngobrol, tetapi tidak mengarah kepada pembelian. Jika pada saat itu tidak banyak langganan yang lain maka penjual bisa
    melayani obrolan itu dan mengarahkan sedikit ke arah pembelian. Jika pembelian sudah terjadi, segera barang-barangnya dibungkus dan bersiap
    menghadapi langganan lain.
  6. The silint timid costumers
    Langganan ini merasa canggung di dalam toko dan merasa takut kalau kalau kekurangan pengetahuannya tentang suatu barang akan diketahui
    jika ia bertanya-tanya. Salesman harus pandai melayani langganan ini, jangan sekali-kali menunjukkan kesan bahwa langganan itu memang tidak
    mengerti apa-apa tentang barang-barang yang dilihatnya.
  7. The decided but mistaken costumers
    Costumer ini mendatangi toko dengan suatu keputusan dalam pikirannnya untuk membeli barang tertentu. Akan tetapi, menurut penjual pilihannya itu
    tidak sesuai dengan maksud penjualannya. Dalam hali ini, salesman tidak perlu berdebat dengan langganan tetapi cukup memberitahukan manfaat
    dan kegunaan dari barang-barang itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *