Laporan Keuangan Sederhana

Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. (Wikipedia)

Tak jarang kita mencari informasi dari internet Cara Membuat Laporan Keuangan namun terlalu banyak yang berisi istilah-istilah rumit. Tidak setiap pelaku bisnis kecil ataupun menengah bisa menerapkannya. Faktanya Laporan Keuangan adalah Kunci Kesuskesan (Key to Success) sebuah perusahaan dalam menjalankan bisnisnya baik dari skala besar maupun kecil.

Pada perusahaan skala besar, laporan keuangan biasanya sudah dijalankan sedemikian rupa dengan sangat tertata oleh seorang akuntan, dan tak jarang juga perusahaan skala besar ataupun menengah yang menggunakan Software Akuntansi untuk membantu memudahkan membuat laporan keuangan dalam hitungan detik.

Laporan Keuangan sendiri tidak hanya berfungsi sebagai cara untuk mengetahui Laba Rugi (Profit and Loss Statement). Namun juga salah satu sumber informasi untuk mengambil keputusan dalam menghadapi persaingan bisnis.

Berikut ini dijelaskan tentang jenis-jenis laporan keuangan. Silakan dibaca dan dipelajari terutama untuk Anda yang masih fresh graduated dalam urusan pencatatan finansial perusahaan. Karena dengan belajar yang rajin kemampuan membuat seluruh  laporan keuangan akan semakin berbobot. Berikut adalah penjelasannya:

1. Laporan Laba Rugi

Jenis Laporan yang pertama adalah laporan laba rugi. Laporan laba rugi adalah berkas yang di dalamnya berisi data-data pemasukan dan pengeluaran perusahaan. Jika lebih banyak pemasukan dibandingkan pengeluaran maka disebut laba perusahaan. Sebaliknya jika yang lebih besar adalah pengeluaran, tentu perusahaan merugi. Karena tidak ada profit atau keuntungan yang masuk ke badan usaha. Ini yang dimaksud kerugian usaha.

Terdapat dua jenis laporan laba rugi yang biasa digunakan oleh bisnis pertama adalah single step dan kedua adalah multiple step.

Apa itu laba rugi single step?

Laporan laba rugi single step  adalah laporan keuangan yang menyajikan pendapatan, pengeluaran, dan pada akhirnya laporan laba atau rugi yang dihasilkan oleh bisnis, tetapi laporan ini hanya melaporkan informasi dengan menggunakan hanya satu persamaan untuk menghitung laba. Persamaan yang digunakan dalam laporan laba rugi single step adalah:

Penghasilan Bersih = (Pendapatan + Keuntungan) – (Beban + Kerugian)

Laporan laba rugi single step menggunakan persamaan dasar akuntansi langsung dari aktivitas keuangan bisnis Anda. Mudah dipahami dan relatif mudah dibuat dan cocok untuk bisnis berskala kecil.

Apa itu laporan laba rugi multiple step?

Laporan laba rugi multiple step berisi lebih banyak informasi umum daripada yang disertakan dalam laporan laba rugi single step, tetapi laporan ini menggunakan banyak persamaan untuk menentukan keseluruan perhitungan laba rugi.

Laporan laba rugi multiple step memecah pendapatan operasional dan biaya operasional versus pendapatan non-operasional dan biaya non-operasional. Laporan keuangan ini memisahkan pendapatan dan pengeluaran yang terkait langsung dengan operasi bisnis dari yang tidak terkait langsung dengan operasinya.

Laporan laba rugi multi-langkah menggunakan tiga formula akuntansi yang berbeda untuk mengrtahui nilai akhir pada laba bersih:

1. LABA KOTOR = PENJUALAN BERSIH – BIAYA BARANG TERJUAL
Harga pokok penjualan dikurangi dari penjualan bersih. Ini memberikan laba kotor.

2. PENDAPATAN OPERASI = LABA KOTOR – BEBAN OPERASI
Biaya operasional dikurangi dari laba kotor. Ini memberi Anda penghasilan operasional.

3. PENGHASILAN BERSIH = PENGHASILAN OPERASI + ITEM NON-OPERASI
Pendapatan operasional ditambahkan ke pendapatan non-operasional bersih, keuntungan, beban dan kerugian. Angka terakhir ini memberikan laba bersih atau rugi bersih bisnis untuk periode pelaporan.

Tujuan dibuatnya laporan laba rugi baik single step maupun multiple step adalah untuk mengetahui apakah perusahaan mendapatkan keuntungan atau justru kerugian. Efeknya ialah mempertahankan yang untung dan sebisa mungkin mencari solusi bagaimana yang rugi bisa tertutupi

2. Laporan Arus Kas

Jenis laporan yang kedua adalah laporan arus kas. Di dalam laporan ini biasanya berisi data terkait arus keluar masuknya uang perusahaan dalam periode tertentu. Sedangkan tujuan laporan ini untuk mengetahui perputaran keuangan sebelumnya.

Laporan arus kas digunakan sebagai bahan evaluasi yang penting. Karena ini menjadi penentu sistem perputaran uang di periode selanjutnya yang akan dilakukan. Bisa jadi jika di periode pertama banyak kerugian, akan terjadi perubahan sistem arus kas di periode terbaru.

Laporan arus kas juga harus dibuat oleh operator keuangan. Setelah itu diserahkan kepada pihak pimpinan agar ditindaklanjuti dalam bentuk kebijakan sistem arus kas yang anyar. Jangan lupa operator juga harus menjelaskan laporan dengan sejelas-jelasnya.

3. Laporan Perubahan Modal

Laporan perubahan modal juga jenis laporan keuangan perusahaan. Maka dari itu, operator keuangan harus bisa membuatnya jika tidak ingin dianggap tidak becus kerja oleh pimpinan. Laporan perubahan modal berisi tentang data-data modal perusahaan. Biasanya laporan ini juga dibuat untuk periode tertentu, bisa enam bulan atau satu tahun. Karena di dalam waktu-waktu tersebut perputaran modal juga berubah-ubah sehingga perlu pencatatan.

Jika pun terjadi perubahan modal maka harus dijelaskan dengan detail. Baik dari segi nominal serta dari arah mana modal tersebut bisa masuk ke perusahaan. Apakah dari investor atau dari kredit. Laporan perubahan modal tidak dibuat sembarangan. Minimal harus diselesaikan setelah laporan laba rugi perusahaan sudah rampung dibuat. Karena biasanya perusahaan menjadikan laba perusahaan sebagai suntikan modal terbaru jika modal yang asli sedang kolaps.

4. Laporan Neraca

Laporan perusahaan yang selanjutnya adalah Laporan Neraca. Laporan Neraca biasanya berisi data-data keuangan perusahaan yang lebih detail dibandingkan laporan sebelumnya. Bahkan di laporan ini juga di-input aktiva, kewajiban dan modal. Intinya laporan neraca adalah gabungan dari segala laporan keuangan. Ini juga dibuat dalam waktu tertentu yang normalnya adalah satu tahun sekali. Tujuannya adalah untuk menentukan langkah terkait finansial di tahun selanjutnya.

Laporan Neraca juga menjadi prioritas di perusahaan. Minimal untuk mengetahui apakah data laporan secara akumulatif memang sesuai dengan data-data yang terpisah di laporan-laporan sebelumnya. Data bahkan nominal uang di Laporan Neraca tidak boleh selisih serupiah pun. Karena patokannya adalah laporan-laporan keuangan

Jika ada selisih berarti ada yang salah dan harus dirubah. Ini merupakan tugas operator keuangan yang harus melakukan revisi sampai waktu yang ditentukan. Jika tidak di revisi akan terjadi ambiguitas ketika membaca semua laporan keuangan perusahan.

5. Catatan atas Laporan Keuangan

Catatan atas laporan keuangan mengacu pada informasi tambahan yang membantu menjelaskan bagaimana perusahaan sampai pada angka laporan keuangannya.Catatan ini juga membantu menjelaskan penyimpangan atau anggapan inkonsistensi dalam metodologi akun tahun ke tahun.

Catatan catatan laporan keuangan bukanlah hal yang wajib , hanya untukmemberikan kejelasan kepada mereka yang membutuhkannya tanpa memiliki informasi yang ditempatkan di kolom pernyataan. Namun demikian, informasi yang termasuk dalam catatan atas laporan keuangan seringkali penting karena apat mengungkapkan masalah mendasar terhasap kesehatan keuangan perusahaan.

Fungsi Laporan Keuangan Untuk Bisnis

Laporan keuangan dibuat untuk fungsi tertentu. Yang jelas sebagai sarana untuk menentukan kebijakan pimpinan terkait perusahaan di periode selanjutnya. Berikut ini akan dijelaskan fungsi yang lebih lengkap:

1. Untuk Menilai Kondisi Usaha

Seluruh laporan ini berguna sebagai penilai kondisi usaha. Maksudnya jika dari catatan keuangan terlalu banyak kerugian, berarti perusahaan sedang mengalami kemunduran. Sebaliknya jika di dalam laporan tersebut banyak data profit, berarti usaha sedang berkembang. Dengan penilaian ini tentu pihak pimpinan bisa menentukan sikap melanjutkan usaha atau malah menutupnya karena kerugian usaha yang kronis.

2. Sebagai Bahan Evaluasi

Laporan keuangan diperlukan untuk bahan evaluasi. Bisa dipastikan jika tidak ada laporan tersebut, evaluasi yang dilakukan tidak akan maksimal bahkan membuang energi saja. Seluruh laporan ini adalah patokan evaluasi untuk menjelaskan permasalahan dan solusinya. Maksudnya jika terjadi kemunduran perusahaan, maka bisa ditentukan apa penyebab kemunduran tersebut dan bagaimana jalan keluarnya.

Jika evaluasi ini berjalan maksimal, tentu kebijakan selanjutnya lebih mudah. Karena sudah ditemukan penyebab masalahnya dan solusi terbaiknya. Maka bolehlah berharap di periode selanjutnya masalah tidak akan lagi terulang.

3. Bentuk Pertanggungjawaban Perusahaan

Laporan keuangan juga berfungsi sebagai pertanggungjawaban perusahaan. Baik kepada investor maupun kepada pemerintah yang terkait dengan pajak dan lain sebagainya. Jika ada laporan yang detail, berarti perusahaan memang kredibel. Paling tidak manajemen di dalamnya memang berjalan dengan baik sesuai degan porsinya masing-masing. Sebaliknya perusahaan dengan laporan keuangan amburadul bisa dikatakan badan usaha yang tidak kredibel.

Selain itu terdapat juga macam-macam Laporan Keuangan Dalam SAK ETAP Tahun 2009 yang ditetapkan IAI:

 

• Laporan Laba Rugi (Profit and Loss Statement / Income Statement):
Laporan laba rugi, adalah laporan keuangan yang memperlihatkan detail pendapatan yang di dapat dan beban yang terjadi selama satu periode akuntansi di suatu perusahaan atau untuk mengetahui apakah perusahaan mengalami keuntungan atau kerugian pada periode tersebut.

• Laporan Arus Kas (Cash Flow):
Laporan arus kas, adalah laporan keuangan yang memuat segala informasi untuk mengetahui arus kas masuk dan kas keluar, dan juga melihat pengaruhnya terhadap saldo kas akhir periode. Arus kas masuk seperti pendapatan, sedangkan arus kas keluar seperti beban biaya yang dikeluarkan perusahaan.

• Neraca (Balance Sheet):
Neraca, adalah laporan keuangan yang menunjukkan jumlah modal, harta, dan utang dari suatu perusahaan selama satu periode akuntansi di perusahaan tersebut. Neraca adalah laporan keuangan yang sangat penting sekali bagi pelaku usaha.

• Laporan Perubahan Modal atau Ekuitas (Capital Statement):
Laporan perubahan modal, adalah laporan keuangan yang memperlihatkan detail informasi mengenai perubahan modal suatu perusahaan yang sedang berjalan, yang terjadi selama satu periode akuntansi, berfungsi untuk mengetahui apakah modal perusahaan bertambah atau berkurang. Perubahan Modal atau Ekuitas sendiri di dapat dari selisih jumlah Aset (Aktiva: dalam istilah akuntansi) setelah dikurangi dengan Kewajiban (Pasiva: dalam istilah akuntansi).

• Catatan atas Laporan Keuangan (Note of Financial Statement):
Catatan atas Laporan Keuangan, adalah catatan tambahan dan informasi yang ditambahkan ke akhir laporan keuangan untuk memberikan tambahan informasi kepada pembaca dengan informasi lebih lanjut. Catatan atas Laporan Keuangan membantu menjelaskan perhitungan item tertentu dalam laporan keuangan serta memberikan penilaian yang lebih komprehensif dari kondisi keuangan perusahaan. Catatan atas Laporan Keuangan dapat mencakup informasi tentang hutang, kelangsungan usaha, piutang, kewajiban kontinjensi, atau informasi kontekstual untuk menjelaskan angka-angka keuangan (misalnya untuk menunjukkan gugatan). (Wikipedia)

Untuk membuat laporan keuangan, seperti yang sudah jelaskan di atas, ini adalah yang harus di siapkan, di antaranya:

1. Buku Catatan Kas
2. Buku Catatan Pembelian Barang
3. Buku Catatan Persedian Barang
4. Buku Catatan Biaya
5. Buku Catatan Penjualan
6. Buku Catatan Utang
7. Buku Catatan Piutang

Siapkan tujuh buku catatan dengan kegunaannya masing-masing untuk mencatat tujuh poin di atas. Karena untuk satu transaksi, Kita akan melibatkan minimal dua buku, seperti saat mencatat pengeluaran biaya maka Kita akan mencatat di buku kas dan buku biaya. Begitu juga saat ada transaksi penjualan atau pembelian, Kita akan melibatkan beberapa buku untuk mencatat transaksi tersebut.

Untuk lebih detail, transaksi penjualan dan pembelian dapat dilihat pada tabel berikut ini:
1. Transaksi Penjualan

2. Transaksi Pembelian

Setelah memahami gambaran di atas, yang harus Kita lakukan pertama kali adalah menghitung jumlah modal dan utang. Ini sangat diperlukan untuk membuat neraca awal. Hitung jumlah modal dan utang secara sederhana seperti contoh berikut ini.

Uang tunai sekarang misalnya Rp. 7.000.000
Persediaan barang Rp. 20.000.000
Utang total sejumlah Rp. 11.000.000
Modal sebesar Rp. 16.000.000

Setelah itu, Kita baru bisa membuat neraca awal. Dari angka di atas, Anda dapat membuatnya seperti berikut.

Dengan begitu, Kita mengetahui bahwa kondisi neraca awal UKM Kita berada pada titik seimbang di angka Rp. 27.000.000. Lalu Kita isi atau buat buku kas, buku penjualan, buku biaya, dan lain-lain seperti yang telah disebutkan pada tujuh jenis buku di atas. Untuk menyusun tiap-tiap buku laporan, Kita hanya perlu membuat kerangka atau tabel seperti berikut ini:

Kita langsung saja pada contoh kasus, misalnya Anda adalah pemilik UKM “Smartphone YOLO” yang berkonsentrasi pada usaha dagang Handphone dan Aksesoris. Pada tanggal 6 mei 2017, Anda melakukan transaksi penjualan dengan seorang pelanggan bernama Tn. Andi dan Anda berhasil menjual 14 buah Handphone, 8 buah Casing, dan 9 buah Kartu Memori dengan harga keseluruhan Rp. 19.000.000. Satu hari kemudian Anda membayar tagihan internet dan rekening listrik sebesar Rp. 950.000. Dengan transaksi tersebut, buku yang akan dipengaruhi, antara lain sebagai berikut:

Buku Kas
Buku Penjualan
Buku Persediaan
Buku Biaya

Jika ditulis dalam bentuk laporan, akan tergambar seperti berikut:

1. Buku Kas

2. Buku Penjualan

3. Buku Persediaan

Setelah satu hari kemudian, Anda mengeluarkan biaya untuk membayar tagihan internet dan listrik sebesar Rp. 950.000. Buku yang dipengaruhi adalah sebagai berikut:
1. Buku Kas

2. Buku Biaya

Dari semua laporan tersebut, jika Anda ingin menghitung pendapatan, caranya sangat mudah sekali yaitu dengan menggunakan rumus berikut ini.

1. Harga Pokok = Saldo Persediaan Awal + Pembelian – Persediaan Akhir
2. Laba Kotor = Penjualan – Harga pokok pembelian
3. Laba Bersih = Laba Kotor – Biaya

Kesimpulan

Laporan keuangan bisa dianalogikan sebagai rapot untuk bisnis Anda. Didalam sana berisi seluruh data terkait keuangan bisnis secara menyeluruh sehingga Anda bisa mengetahui kesehatan keungan bisnis Anda dengan baik. Seluruh laporan ini pun bisa membuat perencanaan bisnis yang lebih matang, dikarenakan Anda bisa melakukan improvisasi berdasarkan data faktual pada laporan tersebut.

Jika Anda menggunakan pembukuan manual, mungkin membuat seluruh laporan keuangan tersebut akan sedikit merepotkan dan memakan waktu, terlebih jika Anda harus mengerjakan semua itu sendiri dan bisnis Anda memiliki banyak transaksi. Tentu akan banyak waktu yang akan terbuang dan akan memperbesar risiko pencatatan kesalahan.

Dengan mengetahui prinsip dasar dalam membuat laporan keuangan sederhana untuk UKM seperti uraian di atas, setidaknya Anda akan mendapatkan gambaran lebih mudah dan jelas posisi keuangan usaha Anda. Selain itu, Anda juga akan mengetahui bagaimana harus menjalankan bisnis Anda dan mengambil keputusan yang tepat untuk bisnis Anda kedepannya.

Tags: , , , ,